Sekedar Pembuka
Tidak banyak yang aku sampaikan pada postingan kali ini. Selain untuk melengkapi, postingan ini juga untuk ‘sekedar’ berbagi cerita. Tulisan ini hanya bercerita tentang perangkat lunak berlisensi bebas yang aku pergunakan (beserta sedikit cerita yang menyertainya) untuk posting tulisan di blog yang sudah lama sekali tidak di ‘update’.
Ubuntu Linux Lucid Lynx
Bertahun – tahun setia menggunakan Ubuntu GNU/Linux 6.10 (plus repository sebanyak 4 DVD) pada PC zaman fosil (bacanya : PC dengan Processor Pentium II), aku merasa nyaman. Semua Hardware yang terpasang, dapat dikenali dan bekerja dengan baik (meskipun sudah banyak yang mengingatkan bahwa ‘driver’ hardware tertentu untuk GNU/Linux sangat susah, dan aku membuktikan bahwa pernyataan tersebut kurang benar). Tidak terganggu dengan (maaf) virus varian baru maupun varian lebih baru. Mendengarkan musik, menonton film sambil mengetik pekerjaan sehari – hari menjadi hal yang menyenangkan. Tidak perlu lagi khawatir si Ubuntu GNU/Linux 6.10 ngadat. Memindahkan data ke UFD maupun CD menjadi sangat mudah. Berselancar di dunia maya? Ah, bukan masalah besar. (ma’af) Dengan sedikit usaha, si KPPP maupun wvdial turut melancarkan kemampuan Firefox ataupun Konqueror menjelajahi dunia maya.
Hibah sebuah ‘netbook’ dari seorang teman, sedikit banyak membuat aku berfikir ulang sekaligus (maaf) bersemangat untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang Ubuntu GNU/Linux beserta perangkat – perangkat yang aku miliki. Bukan bermaksud untuk ‘sok pamer’ atau ‘menjadi sekedar berbeda dengan teman – teman yang lain’. Aku hanya ingin menyampaikan pada diri sendiri, bahwa tidaklah penting seberapa ‘canggih’ perangkat yang kita miliki. Yang sangat penting adalah bagaimana kita mampu mengoptimalkan sumber daya (baca : perangkat) yang kita miliki.
Dengan bantuan DVD Repository (hasil beberapa teman yang melakukan download selama berhari – hari) sangat memudahkan untuk kembali menikmati ‘asyiknya’ pengalaman ber Ubuntu GNU/Linux ria. Putar musik, nonton video, buka file dengan ekstensi aneh (bacanya : docx atau xlsx), dan beragam aktivitas komputasi lainnya telah membuat aku merasa nyaman. Sama nyamannya ketika aku menggunakan Ubuntu GNU/Linux 6.10. Yang membedakannya hanya perangkat yang aku pergunakan. Dengan Ubuntu GNU/Linux 6.10 aku mesti duduk manis di depan monitor 14 inci dan jajaran kabel yang bikin pusing, sementara dengan Ubuntu GNU/Linux 10.04 LTS aku dapat mengedit tulisan sambil berbaring di atas tempat tidur (yang kadang bikin pusing).
Blog Entry Poster
Memanfaatkan Hand Phone (seri jadul) yang aku pergunakan sehari – hari, aku mencoba untuk terhubung ke dunia maya. Ketika menggunakan PC zaman fosil, aku memanfaatkan koneksi kabel serialnya untuk (sesekali) terhubung ke dunia maya, kali ini aku mencoba menggunakan koneksi yang lain. Kali ini giliran perangkat (ma’af) bluetooth yang aku manfaatkan. Usaha yang aku lakukan dengan perangkat Network Manager (yang nongkrong di panel atas sebelah kanan) hanyalah ‘klik sana’, ‘klik sono’, ‘klik sene’ dan ‘klik sini’ maka lancarlah ‘hubunganku’ dengan dunia maya.
Iseng nengok blog yang udah lama gak ‘update’, jadi merasa bersalah sekaligus malu pada diri sendiri. Maaaluuuuuuuuuuu biiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiangeeeeeeeeeeeeeeet dech…….
Seakan disadarkan oleh diri sendiri tentang tujuan membuat blog, segera saja aku menuju System > Administration > Synaptic Package Manager. Setelah memasukkan ‘password’ dan terbuka menu Synaptic, segera saja aku memilih tombol ‘Search’ dan menuliskan kata ‘blog wordpress’. Pilihan jatuh pada ‘gnome-blog’ karena kepraktisan saja. Desktop Manager yang dipergunakan pada netbook ini adalah GNOME, jadi lebih enak (menurutku lhoooo) kalau menggunakan milik GNOME juga untuk ‘ngeblog’. Pilihan yang lain memang sangat banyak, mulai dari Blogtk maupun Drivel. Tanpa terkoneksi secara online aku memasang ‘gnome-blog’ tersebut (lha iyalah, lha udah ada DVD Repository).
Dan inilah tulisan kedua menggunakan Blog Entry Poster.
Sekedar Penutup
Dengan koneksi dan perangkat lunak yang tesedia, juga niat yang (harus) ditata lagi, aku mengatur ulang jadwal harian. Niat baru dan juga semangat yang baru pada tahun yang baru.