Cerita ini dialami oleh aku sendiri sebagai pengguna Dual Booting.
Suatu saat aku ingin install ulang pada OS Win$$$$. Dengan penuh keyakinan bahwa sang Loader tidak akan tertimpa oleh OS Win$$$$, dimulailah instalasi itu dengan mantap. Instalasi dimulai. Hingga beberapa jam kemudian instalasi OS Win$$$$ selesai dan prosesi Restart dimulai.
Pada awalnya aku tidak menyadari bahwa sang Loader bawaan Ubuntu telah hilang tak berbekas. Setelah prosesi Restart berjalan terus menerus, ternyata aku baru sadar bahwa Loader yang ada telah berganti. Secara default dalam mesinku hanya terdapat OS Win$$$$ saja. Kejamnya. Apakah aku juga harus Reinstall Ubuntuku? Ah, sayang dech. Sayang dengan konfigurasi desktop yang telah aku lakukan. Lantas????
Googling dan googling saja yang aku lakukan. Hasilnya?? Banyak cara dan metode yang diberikan dari hasil googling tersebut. Secara umum yang harus disiapkan untuk mengembalikan GRUB adalah :
- PC
- Tentunya Pasien Computer yang kehilangan GRUB sangat diperlukan, karena disinilah nantinya kita akan mengembalikan GRUB yang hilang.
- Live CD
- Live CD yang dapat digunakan tidak dibatasi pada satu distro tertentu. Ubuntu Linux dapat dipergunakan. Meskipun nantinya hanya memanfaatkan perintah grubnya saja.
- Kesabaran
- Diperlukan untuk mengetik perintah – perintah yang ada.
Setelah mempersiapkan semua perlengkapan yang diperlukan, maka hal – hal berikut yang dapat dilakukan.
- Nyalakan PC
- Masuk di BIOS untuk memastikan bahwa urutan booting dimulai dari CDROM. Jangan lupa untuk menyimpan perubahan yang ada.
- Jalankan Live CD
- Live CD dimasukkan ke CD Drive untuk memulai proses booting. Silahkan menunggu hingga selesai.
- Gunakan Terminal
- Jika menggunakan Ubuntu, dapat dijumpai pada menu Application ==> TerminalJika menggunakan Live CD yang lain, silahkan dicari dengan kata kunci
konsol atau terminal
Setelah berada di terminal, yang biasanya ditandai dengan $, maka ketikkan baris – baris berikut :
Disinilah perlunya kesabaran seperti telah dituliskan sebelumnya. Ketika mengetik perintah berikut, jangan sampai tombol CAPSLOCK maupun SHIFT terpencet.
- sudo grub
- Pada keyboard, ketikkan
sudo kemudian menekan tombol spasi yang dilanjutkan dengan mengetik grub dan diakhiri dengan menekan tombol enter
Perintah ini dimaksudkan untuk memanggil GRUB. Tunggu beberapa saat hingga ditunjukkan grub prompt
grub >
Selanjutnya, dari grub prompt inilah perintah – perintah berikut diketikkan.
- find /boot/grub/stage1
- Pada keyboard, ketikkan find kemudian menekan tombol spasi yang dilanjutkan dengan mengetik /boot/grub/stage1 dan diakhiri dengan menekan tombol enter
Perintah ini dimaksudkan untuk mencari file stage1. Tunggu beberapa saat, hingga muncul hasilnya. Contoh :
(hd0,5)
- root (hd0,5)
- Pada keyboard, ketikkan root kemudian menekan tombol spasi yang dilanjutkan dengan mengetik (hd0,5) dan diakhiri dengan menekan tombol enter
Catatan : Perintah setelah root, harus disesuaikan dengan hasil yang didapatkan pada perintah sebelumnya. Jika pada perintah find /boot/grub/stage1 didapatkan (hd0,6), maka pada langkah ini perintah yang harus diketik adalah root (hd0,6). - setup (hd0,5)
- Pada keyboard, ketikkan setup kemudian menekan tombol spasi yang dilanjutkan dengan mengetik (hd0,5) dan diakhiri dengan menekan tombol enter
Catatan : Perintah setelah setup,harus disesuaikan dengan perintah sebelumnya. Jika pada perintah root (hd0,6), maka pada langkah ini perintah yang harus diketikkan adalah setup (hd0,6). - reboot
Pada keyboard, ketikkan reboot yang diakhiri dengan menekan tombol enter.
Cukup mudah. Tidak banyak perintah yang perlu diketik. Dan juga tidak memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengembalikan GRUB.
Sekedar Jaminan
Biasanya dalam tutorial atau panduan – panduan yang banyak sekali bertebaran di situs – situs web, terdapat peringatan untuk Use At Your Own Risk.
Akankah demikian halnya dengan tulisan ini?
Jawaban singkatnya adalah Ya.
Koq?
Jika
- Sukses mengembalikan GRUBnya, anda tidak perlu membayar kepada siapapun
kecuali membayar biaya koneksi internet. - Gagal mengembalikan GRUB, mungkin ada bagian yang terlewatkan ketika mengikuti panduan ini.
- Tulisan atau Panduan ini kurang tepat.
Kalau Tulisan atau Panduan ini kurang berkenan,
Saya mohon ma’af
Karena saya saat ini masih harus
Belajar lebih banyak lagi.
17 Januari 2008 pukul 10:19 am |
waduh kok ga bisa juga ya
apa mungkin karena sebelumnya saya coba2 perintahnya salah ya
setelah saya masukkan seperti petunjuk dalam blog ini memang berhasil semua tetapi tetp aja bootingnya ke wixxx secara langsung
tolong saya… soalnya kalo instal ubuntu lagi susah cari reponya
mana cdromnya sering ngadat pas install
please… gimana ada cara lain???
26 Januari 2008 pukul 4:41 am |
# cipta
Terima Kasih jenengan sudah mencoba.
Booting ke wixxx??
Berdasarkan pengalaman yang ada, urutan booting mengikuti urutan booting yang ada di menu.lst (urutan booting terakhir sebelum loader tertimpa oleh loader wixxx). Kalaupun urutannya berubah, ya mungkin jenengan perlu untuk mengubahnya lagi.
Caranya gak susah koq.
a. Saran : buat backup file /boot/grub/menu.lst
b. Coba jenengan edit file /boot/grub/menu.lst. Kemudian jenengan cari section default. Biasanya di sebelah tulisan default tersebut tertulis angka. Nah, jenengan dapat saja mencoba-coba untuk mengubahnya. Jangan lupa untuk menyimpannya. Setelah menyimpan, jenengan coba untuk restart mesin jenengan.
Semoga membantu.
19 Februari 2008 pukul 6:31 am |
mas setelah saya find /boot/grub/stage1 muncul :
hd0,2
hd0,5
yang mana ya yang harus saya pilih,soalnya saya meng instal tiga SO WinXp, Ubuntu dan Debian
saya coba pilih hd0,2 hasilnya blank hanya muncul barisan huruf – huruf
kemudian saya coba hd0,5 ternyata sama juga hasilnya, gak bisa masuk ke grub.
** CD LiveCD Manriva 2008
29 Februari 2008 pukul 5:13 pm |
Mohon ma’af kalo tulisan berikut sangat terlambat.
Mohon ma’af juga kalau tulisan berikut sudah basi banget. Sekali lagi mohon ma’af.
Mohon ma’af juga kalau tulisan berikut kurang membantu. Maklum, newbie yang masih belajar
Mungkin dapat dicoba langkah berikut :
Asumsi :
1. mode Live_CD=ON
2. (hd0,2) dipakai oleh Ubuntu
kalo gak salah, biasanya oleh cfdisk dikenali sebagai : hda3
3. (hd0,5) partisi dipakai oleh Debian
kalo gak salah, biasanya oleh cfdisk dikenali sebagai : hda6
Perintah yang digunakan :
1. sudo mkdir /mnt/ubuntu
2. sudo mount /dev/hda3 /mnt/ubuntu
3. sudo chroot /mnt/
4. sudo grub-install /dev/hda
Koq beda perintahnya? Banyak jalan menuju Roma koq.
Kalo masih gagal juga, jangan segan untuk berbagi cerita.
Makasih.
29 April 2008 pukul 1:13 am |
[...] to this — in indonesia or [...]
26 Mei 2008 pukul 5:10 am |
Sebelum baca artikel ini aku install 2 kali
1. instal win
2.ubuntu
terus winku hang, intall ulang deh
eh,ubuntu ikut ilang
install ulang lagi…..
wah, artikel ini moga bisa tak coba
thanks Sop
26 Mei 2008 pukul 3:09 pm |
@ t3tuk0
terima kasih jenengan sudah berkunjung.
silahkan dicoba dan semoga membantu.
2 Juni 2008 pukul 12:59 am |
halo saya pemula. trim’s atas artikelnya. sdh 4 hari ngubek2 belajar linux. dari dos tulen yg boleh dibilang apal printah2 text mode sampai GUI, apa yg terjadin ketika migrasi ?? puyeng…. mana gak familiar lagi. untu saya nyoba di lab kom. banyak kompie. pertama saya coba timpukin win dg linux murni (tanpa dual boot) karena bleum blajar dual boot. sukses. sesi kedua belajar dual boot dirumah. sukses. sekarang mo balikin win di pc lab kom yg sebelumnya ditimpuk blankon tanpa harus install ulang blankon. singkatnya dual boot tapi sdh terlanjur terisi linux duluan. beruntung nemu link ini. saya coba dulu.
salam,
pemula
9 Juni 2008 pukul 1:42 am |
@ pemula
salam juga…..
selamat datang di dunia Free/OpenSource
dan terakhir selamat mencoba, semoga sukses
22 Agustus 2008 pukul 8:24 am |
mau tanya, kalo saya pake linux mandriva, terus mau balikin GRUB loader yang hilang pake live-cd nya ubuntu bisa gak ya ?
jms
31 Agustus 2008 pukul 2:39 am |
Gimana cr berinternet di blankon t
3 September 2008 pukul 2:50 am |
@ james
dari pengalaman yang ada, bisa
silahkan dicoba
ma’af baru komen
@ Mustakim
maksudnya bagaimana?
koneksi jenengan menggunakan perangkat keras apa?
modem internal ataukah modem eksternal?
apakah jenengan menggunakan PC ataukah Notebook?
ma’af kalau terlalu banyak pertanyaan kembali
9 September 2008 pukul 3:26 pm |
om,,, thanks atas materinya. cuma mo koreksi sedikit nih.
sepertinya command nomor 4
setup (hd0,5).
kurang tepat deh.
seharusnya
setup (hd0).
mohon maaf bukan sok tahu. cuma mau koreksi.
:D:D
15 September 2008 pukul 9:06 am |
@ Tedjo
makasih juga jenengan udah berkunjung kesini
iya, anda benar
makasih dengan koreksinya
tulisan diatas kayaknya berguna kalau menggunakan multi distro dalam satu HD
lantas kalau satu distro, kayaknya tulisan om Tedjo lebih bermanfaat
ralat dari om Tedjo lebih benar banget
makasih banget om Tedjo
27 Oktober 2008 pukul 9:06 am |
om aan no hp nya brp ya??
5 November 2008 pukul 9:19 am |
mau tanya, pas perintah setup(hd0) ada eror di stage2, gimana solusinya? makasih…
7 November 2008 pukul 2:35 am |
@retno
terima kasih telah berkunjung dan salam kenal
7 November 2008 pukul 2:45 am |
@ adjie
salam kenal.
semoga link berikut membantu.
15 Februari 2009 pukul 4:04 am |
udah coba,tapi kok tidak bisa2 juga…!!!!
15 Februari 2009 pukul 4:14 am |
@ AWIE
salam kenal,
boleh tahu dimana tidak bisanya?
juga boleh tahu pesan yang muncul?
15 Februari 2009 pukul 11:36 am |
haloo boss, masih aktif ta..suruh maen ke Kilon Progo tuh….
tak tunggu tips & triks yang laen…
trus don forget pesenanku….heee
thx bgt…
23 Februari 2009 pukul 12:10 am |
bro, gw mo bagi pengalaman..
OS ku just ubuntu tanpa miko###
setelah melakukan sudo aptitude -y upgrade
ubuntuku memberikan saran untuk mengetikkan sudo aptitude -y autoremove > untuk membuang semua package yang tidak dibutuhkan lagi oleh ubuntu, aku mengikutinya saja soale sayang hardisk di penuhin oleh package yang gk kepake.
semua berjalaan lancar, tidak ada masalah..
masalah baru muncul setelah gw restart, ubuntuku gk menunjukkan grub-nya jadinya gk bisa booting.
ada solusi ??
thanks before
23 Februari 2009 pukul 3:05 am |
terima kasih udah berkunjung
untuk install grub maksudnya?
ma’af om, aku belum pernah ngalami.
boleh dishare tuch pengalamannya
5 Maret 2009 pukul 2:46 am |
This is great article!
Aku baru googling, dapet link yang kayaknya cocok buat newbie kayak saya, yang maunya cari gampangnya aja
Mungkin bisa pake Super Grub Disc, silahkan ke
http://www.supergrubdisk.org/
Aku baru aja download, tapi belum pernah coba, kayaknya sih bagus, soalnya tool otomatisnya, yang bisa dijalanin di wincrut!!!
8 Maret 2009 pukul 4:10 am |
salam kenal,
makasih om dengan kunjungan dan idenya.
kayaknya perlu dicoba tuch….
makasih banget om….
17 Mei 2009 pukul 4:15 pm |
Makasih mas tutorial nya salam.
14 Juni 2009 pukul 4:30 pm |
salam kenal juga,
makasih udah berkunjung.