Test dengan Lekhonee

6 Maret 2011

Kali ini testnya menggunakan Lekhonee yang running diatas ubuntu netbook remix 10.04.

Ketika tulisan ini terpublish ke blog, maka aku bisa menggunakan 2 blog editor.

Coba dulu dech dengan mengklik ‘Publish’…

The post is brought to you by lekhonee v0.7

Using Blog Entry Poster part 2 (selesai)

1 Februari 2011

Sekedar Pembuka

Tidak banyak yang aku sampaikan pada postingan kali ini. Selain untuk melengkapi, postingan ini juga untuk ‘sekedar’ berbagi cerita. Tulisan ini hanya bercerita tentang perangkat lunak berlisensi bebas yang aku pergunakan (beserta sedikit cerita yang menyertainya) untuk posting tulisan di blog yang sudah lama sekali tidak di ‘update’.

Ubuntu Linux Lucid Lynx

Bertahun – tahun setia menggunakan Ubuntu GNU/Linux 6.10 (plus repository sebanyak 4 DVD) pada PC zaman fosil (bacanya : PC dengan Processor Pentium II), aku merasa nyaman. Semua Hardware yang terpasang, dapat dikenali dan bekerja dengan baik (meskipun sudah banyak yang mengingatkan bahwa ‘driver’ hardware tertentu untuk GNU/Linux sangat susah, dan aku membuktikan bahwa pernyataan tersebut kurang benar). Tidak terganggu dengan (maaf) virus varian baru maupun varian lebih baru. Mendengarkan musik, menonton film sambil mengetik pekerjaan sehari – hari menjadi hal yang menyenangkan. Tidak perlu lagi khawatir si Ubuntu GNU/Linux 6.10 ngadat. Memindahkan data ke UFD maupun CD menjadi sangat mudah. Berselancar di dunia maya? Ah, bukan masalah besar. (ma’af) Dengan sedikit usaha, si KPPP maupun wvdial turut melancarkan kemampuan Firefox ataupun Konqueror menjelajahi dunia maya.

Hibah sebuah ‘netbook’ dari seorang teman, sedikit banyak membuat aku berfikir ulang sekaligus (maaf) bersemangat untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang Ubuntu GNU/Linux beserta perangkat – perangkat yang aku miliki. Bukan bermaksud untuk ‘sok pamer’ atau ‘menjadi sekedar berbeda dengan teman – teman yang lain’. Aku hanya ingin menyampaikan pada diri sendiri, bahwa tidaklah penting seberapa ‘canggih’ perangkat yang kita miliki. Yang sangat penting adalah bagaimana kita mampu mengoptimalkan sumber daya (baca : perangkat) yang kita miliki.

Dengan bantuan DVD Repository (hasil beberapa teman yang melakukan download selama berhari – hari) sangat memudahkan untuk kembali menikmati ‘asyiknya’ pengalaman ber Ubuntu GNU/Linux ria. Putar musik, nonton video, buka file dengan ekstensi aneh (bacanya : docx atau xlsx), dan beragam aktivitas komputasi lainnya telah membuat aku merasa nyaman. Sama nyamannya ketika aku menggunakan Ubuntu GNU/Linux 6.10. Yang membedakannya hanya perangkat yang aku pergunakan. Dengan Ubuntu GNU/Linux 6.10 aku mesti duduk manis di depan monitor 14 inci dan jajaran kabel yang bikin pusing, sementara dengan Ubuntu GNU/Linux 10.04 LTS aku dapat mengedit tulisan sambil berbaring di atas tempat tidur (yang kadang bikin pusing).

Blog Entry Poster

Memanfaatkan Hand Phone (seri jadul) yang aku pergunakan sehari – hari, aku mencoba untuk terhubung ke dunia maya. Ketika menggunakan PC zaman fosil, aku memanfaatkan koneksi kabel serialnya untuk (sesekali) terhubung ke dunia maya, kali ini aku mencoba menggunakan koneksi yang lain. Kali ini giliran perangkat (ma’af) bluetooth yang aku manfaatkan. Usaha yang aku lakukan dengan perangkat Network Manager (yang nongkrong di panel atas sebelah kanan) hanyalah ‘klik sana’, ‘klik sono’, ‘klik sene’ dan ‘klik sini’ maka lancarlah ‘hubunganku’ dengan dunia maya.

Iseng nengok blog yang udah lama gak ‘update’, jadi merasa bersalah sekaligus malu pada diri sendiri. Maaaluuuuuuuuuuu biiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiangeeeeeeeeeeeeeeet dech…….

Seakan disadarkan oleh diri sendiri tentang tujuan membuat blog, segera saja aku menuju System > Administration > Synaptic Package Manager. Setelah memasukkan ‘password’ dan terbuka menu Synaptic, segera saja aku memilih tombol ‘Search’ dan menuliskan kata ‘blog wordpress’. Pilihan jatuh pada ‘gnome-blog’ karena kepraktisan saja. Desktop Manager yang dipergunakan pada netbook ini adalah GNOME, jadi lebih enak (menurutku lhoooo) kalau menggunakan milik GNOME juga untuk ‘ngeblog’. Pilihan yang lain memang sangat banyak, mulai dari Blogtk maupun Drivel. Tanpa terkoneksi secara online aku memasang ‘gnome-blog’ tersebut (lha iyalah, lha udah ada DVD Repository).

Dan inilah tulisan kedua menggunakan Blog Entry Poster.

Sekedar Penutup

Dengan koneksi dan perangkat lunak yang tesedia, juga niat yang (harus) ditata lagi, aku mengatur ulang jadwal harian. Niat baru dan juga semangat yang baru pada tahun yang baru.

Using Blogs Entry Poster part 1

28 Januari 2011

Setelah lama banget gak nulis ech ngisi blog ini, kali ini aku mencoba menulis lagi.

Awalnya sich aku menggunakan dashboard yang disediakan secara default oleh om wordpress. Caranya emang simpel dan mudah banget. Login terlebih dahulu, kemudian ketemu dengan Global Dasboard. Kemudian membuat tulisan melalui menu Tulisan Baru.

Ribet? Sama sekali gak ribet. Apalagi kalau disambi dengan download e-book. Gak terasa, ech tahu – tahu download e-book udah kelar tapi tulisan belum jadi juga…

Ach, tulisan ini enaknya disambung lagi ntar. Mau makan pagi ech sarapan dulu dech….

Pengalaman(ku) dengan Edgy Eft

15 Januari 2009

Aku sadar kalau tulisan ini basi banget.

Ketika tulisan ini dibuat, si ubuntu sudah bernama Intrepid Ibex. Kalau versi yang aku gunakan bernomor 6.10, maka si Intrepid Ibex bernomorkan 8.10. Yach, sudah ketinggalan hampir 2 tahun dan aku masih setia menggunakan si Edgy Eft a.k.a. Ubuntu 6.10.

Gak apa-apa, it’s not a big deal.

Ada beberapa alasan kenapa aku masih setia menggunakan si Edgy Eft. Dan aku rasa tidak perlu dituliskan kali ini. Pada tulisan tentang Dual Boot, sedikit banyak sudah ada cluenya. Alasan lainnya yaitu adanya DVD Repository hasil sumbangan seorang teman. Jadi lengkap sudah istilah free yang aku dapatkan. Udahlah installernya gratis, Repository pun didapatkan dengan gratis pula. How lucky me? It’s totally really free especially for me.

Apa saja pengalaman yang aku dapatkan?

Saham dan CDS untuk orang lugu

15 Oktober 2008

Awalnya sich karena tertarik pengen tahu tentang Saham dan Credit Default Swap itu sendiri. Selanjutnya rasa penasaran yang muncul.

Kenapa?
Penasaran aja bagaimana pasar saham dan Credit Default Swap (CDS) mampu membuat sebuah negara super power penganjur sekaligus pelaku pasar bebas bersedia dengan konyolnya untuk merogoh kocek dalam-dalam demi sebuah dalih. Beragam dalih diberikan, dibeberkan dan dijelaskan demi sebuah alasan yang tidak rasional.
Alasan tidak rasional tersebut adalah kerugian.

Kenapa aku katakan hal ini?
Bukan berlagak nasionalis

  1. Ketika Indonesia dilanda krisis tahun 1997 hingga 1998, Indonesia meminta saran dari IMF karena khawatir menjadi sebuah negara yang gagal karena tidak mampu membayar hutang. Kenapa negara super power tersebut tidak meminta saran dari IMF pula?
  2. Kalau kondisinya sama dengan krisis di Indonesia, kenapa resep yang telah digunakan di Indonesia tidak digunakan juga di sana?
  3. Dua hal diatas, semakin menunjukkan bahwa urat malu di negara super power telah putus. Bahkan tanpa malu-malu untuk menjilat ludah sendiri.

  4. Ketika sebuah perseroan rugi atau bangkrut, bukankah para pemilik yang harus menanggung seluruh kerugian tersebut? Bahkan pemilik harus membayar seluruh kerugian dengan menggunakan semua simpanan yang dimiliki? Lalu kemana keuntungan yang telah didapatkan pada tahun-tahun sebelumnya?
  5. Ketika perseroan atau perusahaan untung, tidak banyak yang menikmati. Hanya segelintir orang yang berpesta pora.
  6. Ketika perseroan atau perusahaan rugi, maka perseroan atau perusahaan itu akan mengajak orang banyak dan semakin banyak semakin baik untuk ikut merasakan kerugian yang dideritanya.

Semakin banyak yang aku dapatkan, semakin bingunglah aku. Aku pengennya sich penjelasan yang mudah difahami oleh orang awam. Semakin mudah penjelasan maka semakin mudah pula untuk dijelaskan.

Ilustrasi berikut memberikan penjelasan kecil bagaimana saham, Credit Default Swap dan pelaku di sekitarnya. Tulisan ini merupakan interpretasi bebas dari sebuah thread di milis dan tulisan dari sini yang ada di milis FPK.

Pengen tahu interpretasi bebasnya??

AKKBB vs FPI (di Televisi)

28 September 2008

Sebenarnya males juga nonton TV pagi ini, 26 September 2008. Kebetulan aja channel yang sedang aku tonton siaran Kabar Pagi di TVOne. Sekitar jam 5 pagi waktu Indonesia Barat.

Dalam salah satu sesinya, TV One menayangkan rekaman silat lidah dan tarik urat antara perwakilah AKKBB dan perwakilan FPI. Silat lidah yang difasilitasi oleh sebuah lembaga penyiaran publik dalam hal ini TV One dan ditonton oleh pemirsa yang sangat beragam karena aku tidak suka dengan istilah jutaan, baik dari segi jumlah dan tingkat pendidikan maupun emosionalnya.

Permasalahan yang dibahas yaitu Kericuhan antara aktivis AKKBB dan aktivis FPI ketika berlangsungnya sidang pengadilan atas salah satu pemimpin FPI di Jakarta. Kejadian yang lantas menimbulkan bentrokan antar aktivis.

Apa yang aku dapatkan?

Silahkan melanjutkan

Ganti Kacamata

24 Juli 2008

Kalau salah seorang CEO sebuah penerbitan menulis buku berjudul Ganti Hati, maka seorang A’an Sam menulis di blog Ganti Kacamata

Ceritanya dimulai ketika beberapa hari yang lalu aku kehilangan kacamata. Kacamatanya gak seberapa besar ukurannya. Minus setengah aja. -0,5 pada kedua sisi mata. Inipun masih dapat diperdebatkan pengukurannya. Lha gimana gak diperdebatkan, diperiksa oleh seorang spesialis mata ukuran lensa yang digunakan adalah -0,5; sementara ketika diperiksakan ke optik untuk membuat lensa ukuran lensa yang aku perlukan sebesar -0,75. Perbedaan hanya sekitar -0,25, gak lebih dari -2,00. Gak apa-apa lah, anggap saja koreksi dan angka toleransi.

Meskipun aku sudah divonis bahwa penglihatan jauh yang aku alami bermasalah, dokter menyatakan bahwa tidak menjadi masalah tanpa menggunakan alat bantu kacamata. Pandangan jarak dekat yang aku miliki masih berfungsi dengan relatif baik, itu alasan yang dikemukakan oleh seorang wanita dokter spesialis. Aku disarankan untuk menggunakan alat bantu kaca mata kalau memungkinkan dan sudah ada uang untuk beli. Lantas second opinion yang aku dapatkan, malah aku diminta untuk segera menggunakan alat bantu kacamata untuk meminimalkan resiko. Salah satu resiko jika aku tidak segera menggunakan alat bantu kacamata adalah bertambahnya ukuran lensa yang akan aku pergunakan.

Berdasarkan saran dari seorang wanita dokter spesialis dan second opinion, aku memilih untuk segera menggunakan alat bantu kacamata. Dan kebetulan pula, aku sudah memiliki sejumlah uang untuk menebus sang alat bantu kacamata. Yang ada dalam pikiranku adalah membeli kacamata dengan harga yang seefektif mungkin. Aku tidak berfikir tentang fashionable, trendy, up to date ataupun gengsi. Fungsionalitas dan kualitas merupakan item yang menjadi pilihan utama dalam memilih alat bantu atau kacamata.

Salah seorang saudara dekat, aku disarankan untuk menuju ke sebuah optik. Optik yang dimaksudkan berada di kawasan permukiman yang cukup asri dan bertempat di sekitar kawasan Stasiun Lempuyangan Yogyakarta. Promosinya adalah harga bersaing dengan kualitas setara optik terkemuka.

Tuing….tuing……!!!!!!!
Gimana dengan framenya?

Merokok dan Pilihan

27 Mei 2008

Kali ini aku pengen nulis tentang rokok. Ya, ROKOK.
Kenapa?
Gak tahu kenapa aku pengen aja nulis tentang rokok. Aku pengen aja berbagi tulisan tentang rokok.
Lantas?
Kalaupun aku menulis tentang rokok dan bahaya merokok, mungkin ada baiknya aku gak menulis tentang ini. Aku tidak menulis tentang itu.
Aku juga tidak akan nulis tentang manfaat rokok, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Sudah terlalu banyak tulisan tentang hal tersebut.

Trus yang pengen aku tulis apa?
Silahkan melanjutkan membaca

Sebuah Do’a

17 Maret 2008

Mungkin lebih tepat jika diberi judul Do’a Untukmu.

Allah Yang Maha Pemurah, Terima Kasih Engkau telah menciptakan dia dan mempertemukan aku dengan dirinya.
Terima Kasih untuk saat – saat indah yang boleh kami nikmati bersama. Terima Kasih untuk setiap pertemuan yang telah kami lalui bersama. Terima Kasih untuk setiap saat – saat yang lalu.

Ya Allah, jika aku bukan pemilik tulang rusuknya, jangan biarkan aku merindukan kehadirannya. Jangan biarkan aku melabuhkan hatiku di hatinya. Kikislah pesonanya dari pelupuk mataku dan usirlah dia dari relung hatiku. Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam di dada ini dengan kasih dari dan pada-Mu yang tulus dan murni. Tolonglah aku agar dapat mengasihinya sebagai sahabat.

Tetapi jika Kau ciptakan dia untukku, Yaa Allah, tolong satukan hati kami. Bantulah aku untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya. Berikan aku kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk merebut hatinya. Letakkan di hati agar dia juga mencintaiku, mengerti dan mau menerima aku dengan segala kelebihan dan kekuranganku sebagaimana aku telah Kau ciptakan. Yakinkanlah dia bahwa aku sungguh – sungguh mencintai dan rela membagi suka dan dukaku dengan dia.

Yaa Allah Maha Pengasih, dengarlah doaku ini. Lepaskanlah aku dari keraguan ini menurut kasih dan kehendak-Mu.
Allah Yang Maha Kekal, aku tahu Engkau senantiasa memberikan yang terbaik buatku. Luka dan keraguan yang aku alami pasti ada hikmahnya. Pergumulan ini mengajari aku untuk hidup makin dekat pada-Mu, untuk lebih peka terhadap suara-Mu yang membimbing aku menuju terang-Mu.

Ajarlah aku untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan. Jadilah kehendak-Mu dan bukan kehendakku yang jadi; dalam setiap bagian hidupku Yaa Allah. Amin…..

Postingan ini aku dedikasikan untuk seorang sahabat yang telah menikah pada 9 Februari 2008.
Ma’afkan aku sahabat, aku masih belum mampu memberikan kado apapun pada pernikahan kalian. Aku memang bukan sahabat yang baik bagi kalian. Dan kalian tetap sahabat baikku.

Sekali lagi, Ma’afkan aku.

Kemaruk Posting

12 Maret 2008

Iseng – iseng nengok blog sendiri.

Wah, ternyata aku menderita penyakit kemaruk posting. Lihat saja bulan ini. Dalam satu hari tercatat ada 4 tulisan baru di blog ini.

He…he…
Salah kah hal ini?
Silahkan untuk melanjutkan membaca


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.